Monday, March 15, 2021

 

Mengenal Kontrak Payung: Syarat, Tujuan, dan Kelebihannya

Apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar istilah Kontrak Payung? Bukan berarti tandatangan kontraknya di bawah payung lho ya, akan tetapi kontrak payung sendiri diambil dari istilah Bahasa Inggris, yaitu Framework Contract. Berikut di bawah ini kami jelaskan mengenai apa itu kontrak payung, kelebihan, mekanisme dan contohnya.

Kontrak merupakan salah satu kegiatan pengadaan barang/jasa yang penting untuk diperhatikan. Pelaksanaan kontrak dilaksanakan oleh kedua belah pihak, yaitu Penyedia dan Pejabat Penandatangan Kontrak. Penyusunan rancangan kontrak bertujuan sebagai pedoman bagi Pokja Pemilihan dalam proses pemilihan dan pedoman bagi Penyedia dalam menyusun penawaran. Salah satu kontrak yang sering digunakan dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa adalah kontrak payung. Berikut penjelasan secara lengkap mengenai kontrak payung.

Ilustrasi Kontrak Payung

Mengenal Kontrak Payung


Kontrak Payung (Framework Contract) adalah perjanjian dengan satu atau sejumlah penyedia untuk melakukan pengadaan barang/jasa dengan menetapkan harga satuan (syarat dan kondisi untuk dilakukan transaksi pembelian selama masa perjanjian berlaku).


Dalam lelang barang/jasa pemerintah, kontrak payung digunakan untuk catalog (E-purchasing) dan non catalog. Kontrak payung non catalog dapat digunakan dengan beberapa kondisi sebagai berikut.

a. Satu pengguna untuk satu tahun

Suatu kontrak untuk K/L/PD dengan waktu satu tahun dan harga satuan sudah pasti, namun untuk volume belum pasti. Misal untuk pengadaan obat, makan minum dsb.

b. Satu pengguna untuk beberapa tahun

Suatu pengadaan barang/jasa dilakukan oleh K/L/PD untuk kebutuhan K/L/PD tersebut secara kontrak payung untuk beberapa tahun. Misalnya pengadaan cleaning service.

c. Banyak pengguna satu tahun

Suatu pengadaan barang/jasa dilakukan oleh K/L/PD yang ditunjuk untuk melakukan kontrak payung, yang dapat melayani kebutuhan banyak K/L/PD untuk satu tahun. Misalnya pengadaan makan minum, pengadaan baju seragam, dan lainnya.

d. Banyak pengguna dan beberapa tahun

Suatu pengadaan barang/jasa dilakukan oleh K/L/PD yang ditunjuk untuk melakukan kontrak payung, yang dapat melayani kebutuhan banyak K/L/PD untuk beberapa tahun. Contoh pengadaan ATK, pengadaan baju seragam, dsb.

Syarat dan Kriteria Barang/Jasa yang dapat Digunakan dalam Kontrak Payung


Pengadaan Barang/Jasa yang umumnya kita kenal dengan menggunakan Kontrak Payung adalah misalnya pengadaan obat pada rumah sakit, pengadaan alat tulis kantor (ATK), jasa tata boga, pengadaan kendaraan dinas, jasa layanan perjalanan (travel agent), pengadaan material, dan pekerjaan/jasa lain yang sejenis. Lalu apa saja syarat dan kriteria barang/jasa yang dapat dilaksanakan dengan jenis Kontrak Payung? Berikut penjelasannya.
  1. Persyaratan dapat dipahami dengan baik, yaitu bahwa barang/jasa hendaknya merupakan item yang didefinisikan dengan mudah sehingga dalam menyusun persyaratan barang/jasa dapat dilakukan dengan mudah;
  2. Persyaratan kebutuhan yang berulang, yaitu penggunaan barang/jasa setiap tahunnya selalu ada permintaan rutin
  3. Persyaratan yang sederhana dan bersifat komoditas, yaitu barang/jasa secara sederhana merupakan satu kesatuan yang utuh dan dalam penyusunan anggarannya bukan merupakan bagian dari suatu paket kegiatan;
  4. Persyaratan dengan volume pemesanan bervariasi, yang artinya diawal tahun anggaran kebutuhan pengguna/SKPD belum terukur dengan baik dan penggunaannya belum bisa ditentukan secara tepat.

    Tujuan Menggunakan Kontrak Payung dalam Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa

    Kontrak Payung merupakan kontrak yang memayungi beberapa kontrak dalam bentuk Kontrak Harga Satuan antara Pejabat Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi dengan Penyedia Barang atau Jasa. Tujuan dari kontrak payung adalah:
    1. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses serta administrasi pengadaan;
    2. Memperoleh cost reduction karena dilakukan agregasi belanja;
    3. Menjamin ketersediaan supply untuk jenis barang/jasa yang tertentu atau yang bersifat mendesak (urgent);
    4. Ter-standarisasinya proses pengadaan atau spesifikasi barang/jasa yang dicantumkan dalam Kontrak Payung;
    5. Pengelolaan pengadaan yang lebih baik untuk pengadaan yang bersifat berulang atau volume kecil;
    6. Pengolahan rantai supply yang lebih baik;
    7. Mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah;
    8. Meningkatkan kemampuan industri dalam menyediakan kebutuhan pemerintah.

    Kontrak Payung pada Jasa Konsultansi

    Pada pekerjaan pengadaan jasa konsultansi, Kontrak Payung akan mengikat Penyedia Jasa Konsultansi dalam periode waktu tertentu untuk menyediakan jasa, dimana waktunya belum dapat ditentukan. Penyedia tersebut tentunya telah memenuhi/lulus persyaratan yang ditetapkan. Contoh Kontrak Payung yang digunakan untuk pekerjaan jasa konsultansi misalnya untuk Pengadaan Jasa Konsultansi dalam rangka penasihatan hukum, penyiapan proyek strategis nasional, dan penyiapan proyek dalam rangka kerjasama pemerintah dan badan usaha.

    Kontrak payung bukanlah kontrak multiyears

    Kontrak Payung tidak sama dengan Kontrak Multiyears. Berikut ini perbedaan diantara keduanya.
    1. Kontrak Multiyears harus memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Menkeu dan DPR. Jika Pemerintah Daerah harus mendapatkan persetujuan dari kepala daerah dan DPRD.
    2. Kontrak Multiyears cenderung untuk pekerjaan bersifat proyek besar sedangkan Kontrak Payung untuk pekerjaan rutin, yang berulang ada setiap tahun.
    3. Kontrak Multiyears untuk anggarannya akan pasti ada untuk tahun-tahun berikutnya, karena sudah ditandai sebagai Kontrak Multiyears, yang berati sudah dijamin anggarannya. Sedangkan untuk kontrak payung, untuk anggaran di tahun berikutnya akan pasti ada karena bersifat rutin untuk pelayanan atau mendukung kinerja K/L/PD.

    Kelebihan Kontrak Payung

    Mengapa menggunakan Kontrak Payung? Sudah barang tentu, jawaban-jawaban tersebut harus melingkupi kelebihan/keunggulan kontrak payung dibanding dengan jenis kontrak yang lainnya. Alasan diperlukannya Kontrak Payung, yaitu untuk mengurangi waktu proses pengadaan (reduce time), menurunkan harga kontrak (reduce cost), mengurangi risiko tiadanya barang/jasa (reduce risk), dan pekerjaan berulang dari waktu ke waktu. Penjelasan lebih lanjut di bawah ini.


    1. Mengurangi Waktu Proses Pengadaannya (Reduce time)


    Kontrak payung bisa digunakan untuk pengadaan barang/jasa yang bersifat perkiraan volumenya, maksudnya yaitu penyedia menyatakan bisa memenuhi kebutuhan pengguna, sedangkan pengguna masih bersifat perkiraan. Kebutuhan adanya penyedia sudah terpenuhi, tetapi transaksinya bersifat situasional.

    Sekain itu, kontrak payung dapat digunakan untuk banyak pengguna dan dapat dikembangkan untuk beberapa tahun. Pengguna yang lain tidak perlu melakukan proses pengadaaan berulang atau jika barang/jasa diperlukan untuk beberapa tahun, cukup dilakukan satu kali saja pengadaannya.

    2. Menurunkan Harga Kontrak (Reduce cost)

    Dengan kondisi kontrak payung yang bisa digunakan untuk beberapa pengguna atau untuk beberapa tahun, maka akan membuka pasar lebih besar atau membuat volume semakin besar, tentunya hal demikian akan mendorong harga lebih seragam, lebih murah dan efisien.

    3. Mengurangi Risiko Tiadanya Barang/Jasa (Reduce Risk)

    Proses-proses pengadaan yang dimulai dari kesiapan dan pelaksanaannya memerlukan waktu. Dengan adanya pengadaan secara kontrak payung, yang pengadaannya tidak perlu menunggu adanya kepastian anggaran, menjadikan transaksi pengadaan pada saat adanya kepastian anggaran menjadi bisa langsung dieksekusi. Kebutuhan adanya barang jasa pada dipenuhi secara cepat karena penyedia, spek, harga dsb sudah tersedia.

    4. Pekerjaan berulang dari waktu ke waktu

    Pekerjaan yang senantiasa berulang-ulang dari waktu ke waktu dengan proses pengadaan yang mengiringinya akan menimbulkan ketidakefisienan dari sisi proses. Pengadaan secara kontrak payung memungkinkan sekali pengadaan yang berulang dilakukan sekali saja. Dengan pelaksanaan secara kontrak payung yang diharapkan harganya menjadi turun. Bisa harganya memang tetap namun dapat mengurangi risiko tiadanya barang/jasa (reduce risk) dan mengurangi waktu proses pengadaan dan masalahannya (reduce time) akan mendukung kinerja organisasi.

    Kontrak payung dapat dilakukan untuk kontrak satu tahun saja dan dapat untuk beberapa tahun. Berapa batasan tahunnya? Tidak ada batasan yang tetap. Batasan kontrak payung untuk beberapa tahun dibatasi dengan analisa seperti cepatnya perubahan teknologi alat, perubahan  metodologi kerja atau perubahan kompetensi  dan mungkin  efisiensi  harga. Dengan analisa seperti itu maka batasan waktu kontrak payung sekitar tiga sampai lima tahun.


    Volume Kontrak Payung

    Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kontrak Payung digunakan dalam hal pengadaan atau pekerjaan yang akan dilaksanakan secara berulang dengan spesifikasi yang pasti, namun volume dan waktu pemesanan belum dapat ditentukan.

    Volume kontrak payung diartikan bahwa kebutuhan masih bersifat perkiraan (tidak fixed),  sehingga realisasi dapat tidak sejumlah volume di kontrak, sedangkan kesanggupan penyedia merupakan hal yang pasti. Kalau penyedia masih tidak pasti akan menimbulkan risiko ketersediaan.

    Kontrak payung cenderung kepada harga satuan yang tetap. Untuk perubahan/penyesuaian harga, saat ini yang dapat diterima adalah perubahan harga untuk tenaga kerja karena adanya penetapan kenaikan upah minimal provinsi (UMP). Jadi, ketika berkontrak payung untuk kebersihan kantor, untuk biaya tenaga kerja akan mengakami penyesuaian ketika ada perubahan UMP.

    Bagaimana Pencantuman Kontrak Payung pada Rencana Umum Pengadaan (RUP)?

    RUP mencantumkan pengadaan barang/jasa dengan model kontrak payung untuk tahun berkenaan saja. Misalkan pada Pengadaan Cleaning Service kantor untuk tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 4 milyar, maka RUP 2019 dicantumkan sebesar Rp 4 milyar, selama tiga tahun masih tetap secara kontrak payung. Selanjutnya untuk tahun 2020 dan 2021, tidak perlu dilakukan pelelangan, di RUP 2020 dan RUP 2021 dicantumkan Rp. 4 milyar dengan keterangan telah dikontrak payungkan.

    Jadi pada tahun 2019 kita melelangkan sebesar Rp 4 milyar dengan HPS sama atau kurang dari Rp 4 milyar, dengan skema kontrak payung tiga tahun.

    Sumber:
    • Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
    • Perlem LKPP Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia
    Ditulis oleh eMHa On 12:23 AM No comments Baca selengkapnya...

    (penjelasan  kontrak payung Mudji Santosa)

     http://www.mudjisantosa.net/2018/11/pemelihaeaan-ac-secara-value-for-money.html


    Ditulis oleh eMHa On 12:19 AM No comments Baca selengkapnya...

    Thursday, February 25, 2021

     

    Cara Membuat Sertifikat Online Otomatis Menggunakan Google Form dan Autocrat Add-ons


    Cara Membuat Sertifikat Online

    Apakah Anda sedang mencari tutorial cara membuat sertifikat online?, Kalau memang iya Anda sedang berada pada artikel yang tepat.

    Dimasa pandemi seperti ini semua serba online, dimulai dari perkuliahan, rapat, hingga seminar. Anda yang sering mengadakan seminar tentu perlu mendatangkan banyak peserta agar seminar onlinenya hidup.

    Nah, untuk mendatangkan peserta banyak hal dilakukan, seperti memberikan seminar gratis, tema yang menarik hingga memberikan sertifikat kepada seluruh peserta seminar. Cara-cara yang saya jabarkan tersebut lazim dilakukan oleh mereka-mereka penyelenggara seminar.

    Namun seminar sekarang harus online mahu tak mahu sertifikat harus diberikan secara online dan cepat. Namun pada beberapa kasus mereka bingung dan tidak paham bagaimana caranya.

    Tenang, pada artikel ini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat sertifikat online generate otomatis, jadi selesai mereka mengisi data di google form sertifikat secara otomatis terkirim ke email peserta.

    Agar lancar dalam mengikut tutorial ini, Anda sudah pernah menggunakan:

    Adapun harapan kami setelah Anda mengikuti tutorial ini maka sudah paham bagaimana cara membuat sertifikat online generate otomatis secara mudah. Yuk langsung saja simak artikel berikut.

    Daftar Isi

    1. Membuat folder baru

    Tahap awal silakan masuk ke google drive kemudian buatkan satu folder dengan nama SERTIFIKAT.

    Membuat Folder

    Membuat Nama Sertifikat

    2. Membuat sertifikat

    Selanjutnya silakan design e-sertifikat terlebih dahulu menggunakan Google Docs, atau kalau Anda malas untuk mendesign dari awal silakan unduh di sini:

    Pastikan sertifikat letaknya dalam folder SERTIFIKAT, kemudian silakan edit sertifikat yang sudah di unduh tadi sesuai dengan kebutuhan Anda.

    Warning!: Jangan menggunakan menu Insert -> Drawing untuk membuat tagnya, karena Autocrat tidak akan membaca, tapi langsung saja ketik di template seperti mengetik di ms word, contoh <<tag>>, pada kasus ini <<Nama>>.

    Membuat Sertifikat

    3. Membuat google form

    Kembali ke folder google drive SERTIFIKAT yang sudah Anda buat tadi kemudian klik kanan lalu pilih Google Forms.

    Membuat google form

    4. Merancang google form

    Setelah Anda klik Google Form selanjutnya masuk ke halaman google form, dan Langkah selanjutnya kita akan merancang google form sesuai tags yang ada, pada kasus ini kita hanya perlu satu tags, yaitu Nama. lebih kurang designnya seperti berikut.

    Merancang google form

    Kalau Anda belum paham cara menggunakan google form silakan baca artikel berikut.

    5. Pengaturan pada google form

    Klik pada tombol GERIGI di kanan pojok atas, kemudian akan keluar form popup Settings, lalu ckecklist pada Collect email addresses dan Limit to 1 response (hanya dapat diisi sekali saja) kemudian klik tombol Save.

    Pengaturan pada google form

    6. Membuat Spreadsheet untuk google form

    Masih dihalaman google form, kemudian klik tab Responses lalu klik tombol plus hijau kemudian akan muncul form popup Select response destination, silakan rename kalau perlu setelah itu klik tombol Create.

    Membuat Spreadsheet untuk google form

    Membuat Spreadsheet google form

    7. Mengatur hasil isian form sertifikat menggunakan Autocrat addon

    Setelah Anda mengklik tombol Create seharusnya sudah berada pada halaman kerja spreadsheet. Kalau tidak, silakan buat dari folder Google drive seperti cara ketika kita membuat google form sebelumnya.

    Selanjutnya kita akan menambahkan Add-ons dengan cara klik Add-ons kemudian pilih Get add-ons.

    Mengatur hasil isian form sertifikat menggunakan Autocrat addon

    Setelah itu muncul form popup, silakan ketik autoCrat pada textfield pencarian kemudian klik tombol plus warna hijau.

    Install Add-ons Autocrat

    Kemudian klik tombol Install, setelah itu akan keluar form popup, langsung saja klik tombol CONTINUE.

    Install Autocrat

    Ready Install Autocrat

    Setelah itu akan muncul form popup lagi, disini Anda diminta untuk Choose an account yang akan disinkronkan dengan Autocrat, saran dari saya pilih akun yang Anda gunakan diawal ketika membuat google form, kemudian klik tombol Allow.

    Ready Install Autocrat Allow

    Setelah itu akan muncul form popup Autocrat has been installed!, langsung saja klik Done.

    Ready Install Autocrat Done

    Selamat proses install Autocrat sudah selesai, langsung saja Close formnya.

    8. Membuat merge jobs di Autocrat

    Cara membuat merge jobs silakan klik Adds-ons kemudian pilih Autocrat lalu klik Open, tunggu sebentar lalu Anda akan melihat form AutoCrat, kemudian klik tombol NEW JOB.

    Membuat merge jobs di Autocrat Open

    Membuat merge jobs di Autocrat Open New Job

    A. Name your merge job

    Silakan isi nama job, pada kasus ini saya mengisi Sertifikat Otomatis, kemudian klik tombol Next.

    Name your merge job

    B. Choose template

    Selesai itu kemudian Choose Template, silakan klik tombol From Device setelah itu pilih sertifikat yang sudah di design kemudian klik tombol Select, kalau belum ada silakan klik tombol Create Example untuk e-sertifikatnya.

    Choose template

    Select Template

    Selanjutnya klik tombol Next.

    Choose template next

    C. Map source data to template

    Nah ini bagian terpentingnya, sila sesuaikan maps to column-nya dengan tag yang Anda gunakan pada template, misalnya pada template <<Nama>> maka pilih nama juga, setelah itu klik Next.

    Map source data to template

    D. File settings

    Silakan isi File name kemudian dibagian Type pilih PDF dan untuk Outputs as tetap dibiarkan default seperti pada contoh ini, setelah itu klik Next.

    File settings

    E. Choose destination folder(s)

    Silakan pilih folder yang nanti digunakan sebagai tempat penyimpanan setiap sertifikat yang sudah terkirim dengan menekan tombol +Choose folder (saran dari saya pilih saja folder yang sudah kita buat di awal agar filenya bertumpuk pada satu tempat).

    Choose destination folder(s)

    Kemudian muncul form popup, pilih folder yang akan digunakan lalu tekan tombol Select setelah itu tekan tombol Next.

    Choose destination folder(s) select

    Choose destination folder(s) next

    F. Add dynamic folder reference (optional)

    Tidak ada yang perlu diatur, langsung saja klik Next.

    Add dynamic folder reference (optional)

    G. Set merge condition (optional)

    Tidak ada yang perlu diatur, langsung saja klik Next.

    Set merge condition (optional)

    H. Share docs & send emails

    Selanjutnya samakan saja pengaturannya seperti pada gambar berikut.

    Share docs & send emails

    Jangan lupa scroll kebawah untuk pengaturan template email, setelah itu klik tombol Next.

    Pengaturan email

    I. Add/remove job triggers

    Selanjutnya samakan saja pengaturannya seperti pada gambar berikut.

    Biasanya Ketika klik Yes pada Run on form trigger akan keluar form popup Enable form triggers?, langsung saja klik Yes.

    Add/remove job triggers

    Selamat proses pembuatan Sertifikat generate otomatis sudah selesai, untuk melihat hasilnya silakan isi form yang sudah kita buat tadi dan secara otomatis sertifikat akan dikirimkan ke email peserta yang sudah mengisi form tersebut tanpa harus mengklik tombol apapun.

    Silakan klik tombol play seandainya sertifikat tidak terkirim otomatis.

    Caranya klik menu Add-ons kemudian pilih Autocrat lalu klik tombol Open, kemudian akan muncul form popup AutoCrat, langsung saja klik tombol Play.

    Cara menekan tombol play

    menekan tombol play

    Berikut contoh sertifikat otomatis yang masuk ke email hp saya.

    contoh sertifikat otomatis yang masuk ke email hp

    Berikut ini tampilan sertifikatnya.

    Tampilan e-sertifikat

    Itu dia artikel tentang Cara Membuat Sertifikat Online Otomatis Menggunakan Google Form dan Autocrat Add-ons, semoga bermanfaat ya geng. Jangan lupa baca juga Cara Mudah Mengubah Blogspot.com dengan Nama Domain Sendiri.

    (disadur dari : https://bgipin.com)

    Ditulis oleh eMHa On 8:11 PM No comments Baca selengkapnya...
    • RSS
    • Delicious
    • Digg
    • Facebook
    • Twitter
    • Linkedin
    • Youtube