Wednesday, May 17, 2017

11 Cara Penulisan Angka dan Bilangan yang Benar sesuai EYD

Berikut ini adalah cara penulisan angka dan bilangan yang benar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia No. 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan:

Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.

Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500),
M (1.000), V (5.000), M (1.000.000)

1. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan.

Misalnya:
Mereka menonton drama itu sampai tiga kali.
Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku.
Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang tidak memberikan suara.
Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 minibus, dan 250 sedan.

2. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, jika lebih dari dua kata, susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat.

Misalnya:
Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian.
Panitia mengundang 250 orang peserta.
Bukan:
250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu

3. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca.

Misalnya:
Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah.
Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.
Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun.

=================================================
Dapatkan Panduan Rahasia Edit Naskah di www.editnaskah.com
========================================================================

4. Angka digunakan untuk menyatakan (a) ukuran panjang, berat, luas, dan isi; (b) satuan waktu; (c) nilai uang; dan (d) jumlah.

Misalnya:
0,5 sentimeter tahun 1928
5 kilogram 17 Agustus 1945
4 meter persegi 1 jam 20 menit
10 liter pukul 15.00
Rp5.000,00 10 persen
US$ 3,50* 27 orang
£5,10*
¥100
2.000 rupiah

Catatan:
(1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal.
(2) Penulisan lambang mata uang, seperti Rp, US$, £, dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya, kecuali di dalam tabel.

5. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar.

Misalnya:
Jalan Tanah Abang I No. 15
Jalan Wijaya No. 14
Apartemen No. 5
Hotel Mahameru, Kamar 169

6. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.

Misalnya:
Bab X, Pasal 5, halaman 252
Surah Yasin: 9
Markus 2: 3

=================================================
Dapatkan Panduan Rahasia Edit Naskah di www.editnaskah.com
========================================================================

7. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut.

a. Bilangan utuh
Misalnya:
dua belas (12)
tiga puluh (30)
lima ribu (5000)

b. Bilangan pecahan
Misalnya:
setengah (1/2)
seperenam belas (1/16)
tiga perempat (3/4)
dua persepuluh (0,2) atau (2/10)
tiga dua pertiga (3 2/3)
satu persen (1%)
satu permil (1o/oo)

Catatan:
(1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik, spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan pecahan.
(2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian.

Misalnya:
20 2/3 (dua puluh dua-pertiga)
22/30 (dua-puluh-dua pertiga puluh)
20 15/17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas)
150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga)
152/3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga)

8. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.

Misalnya:
a. pada awal abad XX (angka Romawai kapital)
dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab)
pada awal abad kedua puluh (huruf)
b. kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi)
di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab)
di tingkat kedua gedung itu (huruf)

9. Penulisan bilangan yang mendapat akhiranan mengikuti cara berikut. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung).

Misalnya:
lima lembar uang 1.000-an (lima lembar uang seribuan)
tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan)
uang 5.000-an (uang lima-ribuan)

=================================================
Dapatkan Panduan Rahasia Edit Naskah di www.editnaskah.com
========================================================================

10. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi, seperti akta dan kuitansi).

Misalnya:
Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.
Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.
Rumah itu dijual dengan harga Rp125.000.000,00.

11. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat.

Misalnya:
Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.500,50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).
Bukti pembelian barang seharga Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban.
Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5,000.00 (lima ribu dolar).

Catatan:
(1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah.
(2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan.
(3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku.

Masih banyak sekali ilmu yang perlu dipelajari dan juga dipraktekkan dalam mengedit naskah.

Sekarang, ada Panduan yang berisi informasi tentang ilmu edit naskah dari mulai pengetahuan dasar tentang edit naskah, pedoman eyd lengkap, kata baku dan tidak baku, dan yang paling penting ada juga teknik rahasia edit naskah.

Di bagian teknik rahasia edit naskah berisi informasi tentang bagaimana mengedit naskah dengan lebih cepat dan tepat.
(dari literasi.net)
Ditulis oleh eMHa On 9:31 PM No comments Baca selengkapnya...

Friday, May 5, 2017


Tips cara memproteksi isi artikel postingan blog agar tidak bisa dicopy paste. Bagaimana caranya agar isi artikel postingan blog tidak bisa dicopy? Caranya dengan menggunakan script css dan javascript yang fungsinya mendisable atau mematikan fitur Ctrl+U ; Ctrl+P ; Ctrl+C maupun klik kanan.

Mengapa kita harus memasang script anti copas?
Tujuan utamanya adalah agar artikel original yang kita buat dengan susah payah dan memeras otak tidak dicopy paste oleh pencuri konten yang tidak bertanggung jawab. Sebagai seorang penulis tentu kita tidak ingin artikel berkualitas kita muncul di blog lain tanpa izin maupun mencantumkan credit link aslinya tentu hal tersebut akan merugikan kita.

Cara memproteksi artikel postingan blog agar tidak bisa di copy
Tips yang bisa digunakan untuk menghindari pencurian konten dengan cara memproteksi artikel postingan blog agar tidak bisa dikopi paste secara langsung bisa kita gunakan kode CSS (Cascade Style Sheet) maupun menggunakan javascript, berikut langkah-langkahnya:
Cara Mudah Agar Artikel Postingan Blog Tidak Bisa Dicopy

Memproteksi artikel menggunakan Script CSS
Cara pertama yang bisa kita gunakan agar artikel postingan tidak bisa dicopy paste adalah dengan menggunakan script CSS, cara ini sebenarnya digunakan untuk mengatur tata letak halaman situs sekaligus mengelola design atau mendekorasi halaman situs, namun CSS bisa kita gunakan untuk membuat artikel postingan tidak bisa dicopy paste secara langsung, berikut langkah-langkahnya:
1. Pertama Login dulu ke www.blogger.com
2. Setelah dari Dasbor => klik Template => klik Edit HTML.
3. Kemudian klik sembarang pada kotak script dan tekan Tombol CTRL + F
3. Cari Code ]]></b:skin>
4. Kemudian copas Code berikut tepat diatas ]]></b:skin>

.post {-webkit-touch-callout:none;-webkit-user-select:none;-khtml-user-select:none;-ms-user-select:none;-moz-user-select:none;}
5. Jika menambah pengecualian hanya blockquote yang bisa dicopy, tambahkan juga code berikut

.post blockquote {-webkit-touch-callout:text;-webkit-user-select:text;-khtml-user-select:text;-ms-user-select:text;-moz-user-select:text;}
6. Simpan template dan lihat demo hasilnya

Mendisable fungsi tombol Ctrl+U ; Ctrl+P ; Ctrl+C dan klik kanan

Cara Mudah Agar Artikel Postingan Blog Tidak Bisa Dicopy

Cara kedua yaitu dengan mematikan fungsi tombol Ctrl+U ; Ctrl+P ; Ctrl+c dan klik kanan yang pada umumnya dipakai untuk mengcopy isi artikel postingan, berikut langkah-langkahnya:
1. Pertama Login dulu ke www.blogger.com
2. Setelah dari Dasbor => klik Template => klik Edit HTML.
3. Kemudian klik sembarang pada kotak script dan tekan Tombol CTRL + F
3. Cari Code <body>
4. Ganti kode <body> tersebut dengan code di bawah ini.

<body oncontextmenu='return false;' onkeydown='return false;' onmousedown='return false;'>
Jika kode <body> pada blog sobat seperti <body expr:class='&quot;loading&quot; + data:blog.mobileClass'> maka tambahkan saja di belakangnya menjadi seperti ini : 
<body expr:class='&quot;loading&quot; + data:blog.mobileClass' oncontextmenu='return false;' onkeydown='return false;' onmousedown='return false;'>
5. Simpan Template dan Lihat demo hasilnya


Keterangan :
oncontextmenu='return false;' = code untuk mendisable klik kanan
onkeydown='return false;' = code untuk mendisable Ctrl+U ; Ctrl+P ; Ctrl+C
onmousedown='return false;' = code untuk mendisable fungsi block
Gunakan kode sesuai keperluan sobat (jika blog berisi tutorial disarankan hanya menggunakan fitur onkeydown='return false;')

[dikutip dari tips.lintaskota.com]


Ditulis oleh eMHa On 2:41 AM No comments Baca selengkapnya...
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube