Showing posts with label database. Show all posts
Showing posts with label database. Show all posts

Wednesday, March 11, 2015

Membuat Database PostgreSQL


 
 
 
 
 
 
1 Vote

Setelah terbiasa dengan MySQL dengan phpmyadmin-nya untuk membuat databsae, hari ini artikel ditulis yaitu tanggal  1 Desember 2012, tepat satu setengah bulan (15 Oktober 2012) aku belajar database PostgreSQL, saatnya mendokumentasi apa yang sudah kudapat…
Kesan pertama tentunya susah, karena banyak panel-panel menu yang kurang paham fungsinya, dan atas bantuan mas Ghozali Muslim salah satu member dan best friend di KPPDI juga kami sering belajar bareng meskipun aku yang lebih banyak tanya :D, aku coba uatak-atik dan sejauh ini alhamdulillah sudah bisa membuat databse di PostgreSQL meskipun belum expert…
Saya menggunakan pgAdmin III untuk mendesain databse di PostgreSQL ini, dan saya menggunakan PostgreSQL versi 9.1 dalam contoh ini, ikuti Langkah berikut :
Buka Aplikasi PgAdmin III, klik Server PostgreSQL (localhost:5432) standard instalasi
postgre-1
Setelah itu masukan Password yang dibuat saat install PostgreSQL > Tekan OK
postgre-2
Expand Database pada Object browser, Klik Kanan > New Database.
postgre-3
Isikan Nama database yang akan dibuat, juga ada banyak pengaturan lainya, seperti hak akses database, lama database aktif dan banyak settingan lainya, tapi kali ini saya coba standart dulu, setelah isikan nama database klik OK.
postgre-4
Maka Database yang kita buat sudah muncul pada Object browser.
postgre-5
Setelah itu saya coba buat sebuah tabel di dalam database yang sudah dibuat, caranya expand database klik pada tanda plus (+) pada Object browser > Schemas > Tables > Klik Kanan > New Table.
postgre-6
Pada tampilan New Table tampak seperti gambar dibawah ini, isikan nama tabel yang ingin kita buat, kalau sudah selesai jangan tekan OK dulu..
postgre-7
Selanjutnya Pindah ke TAB Columns untuk membuat field-field didalam tabel yang sudah kita beri nama tadi, setelah itu klik tombol ADD untuk menambah sebuah field.
postgre-8
Ketik nama field, pilih tipe data, dan isi data yang diperlukan seperti panjang char di kolom Lenght, jika sudah tekan OK, kemudian tekan ADD lagi untuk menambahkan field lagi, atau sorot pada tabel tekan Remove untuk menghapus, ulangi sebanyak field yang dibutuhkan.
postgre-9
Jika field yang di inginkan sudah selesai dibuat semua, Langkah selanjutnya (*Optional) membuat PrimaryKey.
postgre-10
Sekarang Arahkan TAB pada Constraints, pada Combobox dibawah pilih Primary Key, kemudian tekan ADD.
postgre-11
Pada Jendela New Primary Key, langsung arahkan ke TAB Columns> Pilih Column dengan field yang ingin dijadikan Primary Key, setelah itu Klik tombol ADD…
postgre-12
Maka field yang dipilih sebagai Primary Key akan muncul jika ingin menambahkan Foregin Key lakukan cara yang sama dengan memilih Foreign Key dan pilih field yang diinginkan, dan setelah selesaiTekan OK maka tabel berhasil dibuat…
postgre-13
Arahkan Kursor pada nama tabel yang sudah dibuat maka semua field yang telah dibuat akan tampak didalam Object Inspector seperti gambar dibawah,setelah itu coba  isikan data untuk menambahkan record..
postgre-14
Kemudian di toolbar atas klik icon tabel, seperti gamabar dibawah ini…
postgre-15
Setelah itu klik icon save pada bagian kiri atas
postgre-16
Tes di Delphi 7 dengan mengunakan koneksi Zeos : Successfull…
postgre-17
Dan tentunya masih banyak fungsi-fungsi lain yang belum terExplore olehku, artikel diatas hanyalah basic pembuatan databse yang sederhana saja…
Semoga bermanfaat selamat mencoba…
Ditulis oleh eMHa On 9:36 PM No comments Baca selengkapnya...
http://www.belajarsql.com/postgresql
Ditulis oleh eMHa On 9:25 PM No comments Baca selengkapnya...

NAVICAT PREMIUM ENTERPRISE 10.0.5



navicat-for-mysql-enterprise-edition-v8-1-15
navicat-for-mysql-enterprise-edition-v8-1-15

Navicat Premium Enterprise adalah sebuah tool multi-koneksi untuk administrasi database yang berfungsi untuk menghubungkan sobat ke MySQL, SQL Server, SQLite, Oracle dan PostgreSQL database secara bersamaan dalam satu aplikasi. Dengan adanya Navicat Premium Enterprise, sobat dapat membuat beberapa jenis database dengan mudah. Navicat Premium Enterprise mengkombinasikan atau menggabungkan fungsi Navicat members lainnya. Selain itu Navicat Premium Enterprise juga mendukung sebagian besar fitur yang ada di MySQL, SQL Server, SQLite, Oracle dan PostgreSQL termasuk Stored Prosedur, Event, Trigger, Fungsi, View, dll.
Ditulis oleh eMHa On 9:24 PM No comments Baca selengkapnya...

Sharing Database Server PostgreSQL Diakses Melalui PgAdmin Client

Assalamualaikum…
Kali ini saya akan sharing bagaimana agar database PostgreSQL server dapat diakses melalui aplikasi PgAdmin client.
Caranya cukup mudah dan simple, pertama kita cari file di folder data/pg_hba.conf. Setelah ketemu buka file tersebut dengan file editor.
Cari baris        host    all             all             ::1/128            md5, hilangkan tanda #
Ubah menjadi      host    all             all             alamat ip broadcast /8           md5
Ket: Alamat ip broadcast diisi ip broadcast server, misal 192.168.1.0/8
/8 berarti menandakan range ip yang diperbolehkan untuk mengakses server.
Untuk mengecek apakah kita sudah bisa mengakses database server, sekarang coba buka aplikasi PgAdmin. Buat koneksi baru, host diisi dengan ip server, username dan password sesuai dengan username dan password yang ada di server.
Admin telah membuktikan bahwa cara ini berhasil. Selamat mencoba! :)
Ditulis oleh eMHa On 9:23 PM No comments Baca selengkapnya...

PostgreSQL vs MySQL

Saat ini dengan mudah kita bisa mengatakan, dua produk database open source paling terkenal dan banyak digunakan adalah MySQL dan PostgreSQL. “Mana yang lebih bagus?” adalah pertanyaan yang hingga akhir zaman nanti akan selalu terlontar. Kami tahu pertanyaan ini tidak ada artinya, dan tidak membantu sama sekali. Namun di artikel ini kami mencoba menyusun beberapa aspek dari kedua database yang berbeda satu sama lain. Harapan kami, perbandingan ini membantu Anda menjawab pertanyaan “mana yang sebaiknya dipakai untuk [sebutkan kebutuhan Anda di sini].” Jangan lupa pula, sebelum memutuskan selalu ceklah dulu homepage kedua database sebab dari waktu ke waktu fitur tiap database berubah/bertambah. Perbandingan di artikel ini sendiri menggunakan versi MySQL 3.23.49/4.0.1 dan PostgreSQL 7.2.

Tujuan Desain

Dari semula latar belakang dikembangkannya kedua database ini sudah berbeda. MySQL berkembang dari solusi yang dipakai oleh pembuatnya, TcX AB, dalam memroses data untuk aplikasi Web. Fokusnya adalah pada kecepatan. PostgreSQL, di lain pihak, berkembang dari riset akademik. Fokus pengembangan PostgreSQL adalah pada fitur OO, reliabilitas, dan dukungan SQL yang mantap. Namun, seiring kedua produk ini bertambah matang, keduanya semakin banyak memiliki sifat-sifat ini. MySQL versi 4.x misalnya, berjanji menambahkan fitur-fitur yang sejak lama diidamkan pemakainya: subselect, view, dsb. Sementara PostgreSQL, yang sempat memiliki masalah stabilitas dan skalabilitas di seri awal versi 6.x, juga kini telah amat menarik dari segi kecepatan.

Pengembangan

Pengembangan MySQL diatur secara sentral oleh perusahaan komersial di Swedia bernama MySQL AB (sebelumnya TcX AB). Perusahaan ini memperoleh pemasukan utamanya dari menjual layanan support dan konsultasi MySQL. PostgreSQL dikembangkan secara lebih terdesentralisasi dan merakyat, namun tetap diatur oleh sebuah kelompok online bernama PostgreSQL Development Group.
MySQL dirilis dalam satuan yang lebih sering (sebulan bisa lebih dari satu kali), sementara PostgreSQL sekitar 4–6 bulan sekali.

Jumlah Pengguna

Menurut MySQL AB, saat ini jumlah instalasi MySQL sekitar 3 juta. PostgreSQL sendiri tidak diketahui pasti berapa jumlah penggunanya; kemungkinan masih berada di bawah MySQL karena banyaknya situs Web dan perusahaan webhosting yang hanya menggunakan MySQL. Plus secara keseluruhan popularitas MySQL (trafik milis, tutorial/artikel yang membahas, dsb) lebih besar daripada PostgreSQL. Tapi karena PostgreSQL juga disertakan secara default di distro-distro Linux seperti Red Hat dan SuSE, jumlah penggunanya pun sudah pasti banyak.

Arsitektur dan Portabilitas

MySQL memiliki arsitektur multithreading, sementara PostgreSQL multiproses (forking). Ini berarti PostgreSQL potensial memiliki stabilitas yang lebih tinggi, sebab satu proses anak yang mati tidak akan menyebabkan seluruh daemon mati—meskipun pada kenyataannya, dulu ini sering terjadi. Di sisi lain, arsitektur dengan forking ini sulit diterapkan ke Windows, sebab Windows amat thread-oriented. Karena itulah, baru MySQL yang memiliki port natif ke Windows. PostgreSQL sendiri saat ini bisa dijalankan di Windows, tapi melalui lapisan emulasi Cygwin.

ACID compliance

Sampai sekarang masih banyak yang bilang MySQL itu tidak ACID-compliant. Padahal sejak 2 tahun lalu MySQL sudah mempunyai handler tabel BerkeleyDB, dan belakangan ini InnoDB, sehingga MySQL sudah mendukung transaksi. Handler tabel MySQL yang lama, ISAM dan MyISAM, tidak ACID-compliant. PostgreSQL sendiri sejak lama telah ACID-compliant.

Lisensi

Lisensi PostgreSQL lebih liberal. Inilah sebabnya ada banyak produk closed-source dan komersial yang bisa dikembangkan dari source code PostgreSQL. MySQL, karena dilisensi di bawah GPL, tidak boleh dimodifikasi menghasilkan produk turunan yang closed-source.

Kecepatan

Soal kecepatan ini relatif dan kadang juga jadi isu sensitif. Baik kedua pihak, maupun pihak ketiga, pernah menerbitkan benchmark yang lalu ditepis atau dicibir karena tidak objektif.
Pada dasarnya perbandingan kecepatan keduanya seperti ini: MySQL terkenal cepat dalam melakukan query sederhana. Dengan kata lain, dapat memroses lebih banyak SQL per satuan waktu. Tapi dalam kondisi load tinggi (jumlah koneksi simultan besar), PostgreSQL sering mengalahkan MySQL untuk query dengan klausa JOIN yang kompleks, seperti dialami Tim Perdue saat mencoba kedua database untuk diimplementasikan di SourceForge.net. Penyebab utamanya adalah karena MySQL menggunakan locking level table dalam UPDATE, sehingga koneksi yang lain tidak bisa membaca table ybs sama sekali. Locking inilah juga sebabnya mengapa pada banyak benchmark, MySQL menunjukkan penurunan kinerja yang cukup drastis untuk kondisi jumlah klien simultan tinggi. PostgreSQL mendukung locking di level yang lebih rendah, yaitu row. Table handler baru di MySQL, InnoDB, juga mendukung row level locking. Benchmark InnoDB pada jumlah koneksi tinggi menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan (www.innodb.com/bench.html).
Masalah locking tabel bisa diakali dengan membelah-belah tabel, agar satu kelompok row dapat dilock tanpa mengganggu kelompok row lain. Bahkan ada pengguna MySQL yang membelah sebuah tabel besar berisi jutaan record menjadi ribuan tabel kecil-kecil.

Stabilitas

Keduanya sudah bisa dibilang cukup hingga amat stabil. Tapi perlu diingat bahwa database manapun—bahkan Oracle—sesekali dapat menyebabkan kerusakan data. Karena itu backup/history periodik dan incremental tetap diperlukan.

Fungsi Built-In

MySQL terkenal kaya fungsi built-in, seperti modifikasi string (REPLACERIGHTLTRIMLCASE), matematika (LOGLOG10), tanggal, dsb. Dalam hal ini MySQL lebih unggul.

Interface

Keduanya sudah amat solid. Mulai dari API C/C++, driver database Perl/Python/PHP/Tcl, ODBC, JDBC telah didukung. Anda tidak akan kesulitan menggunakan database ini dari berbagai sistem dan bahasa pemrograman. MySQL juga mendukung OLEDB dan memiliki versi embedded untuk dilink bersama aplikasi buatan Anda sendiri.

Full Text Indexing

MySQL mendukung indeks full text secara natif. PostgreSQL mendukung full text searching lewat program lain (contohnya: OpenFTS, openfts.sourceforge.net) yang memanfaatkan tipe data arraynya untuk menyimpan indeks dokumen. Secara umum dapat dikatakan bahwa indexing dengan MySQL lebih praktis, tapi dengan program ketiga lebih banyak fitur dan opsi yang bisa diatur (mis: stemming, parsing kata non-Inggris, dsb). MySQL juga, tentu saja, dapat dipakai sebagai backend bagi program search eksternal (contoh: DBIx::KwIndex, search.cpan.org/search?dist=DBIx-KwIndex), meski mungkin tidak seefisien dibandingkan array di PostgreSQL.

Replikasi

Keduanya sudah memiliki replikasi, meski replikasi di MySQL barulah satu arah. Replikasi di PostgreSQL sendiri belum disertakan dalam distribusi standarnya, namun Anda dapat mengunjungi situs gborg.postgresql.org/project/pgreplication/ (proyek pgreplication).

Manajemen User dan Keamanan

Kedua database menyimpan informasi user di sebuah database khusus. Sistem perizinan MySQL lebih mendetil daripada PostgreSQL. Misalnya, kita dapat mengeset agar user tertentu yang datang dari host tertentu hanya bisa membaca tabel saja tanpa bisa UPDATE. Di PostgreSQL ini masih bisa dilakukan dengan VIEW misalnya.
Untuk masalah enkripsi koneksi, keduanya mendukung SSL. Ada ekstensi PKIX bagi PostgreSQL yang menarik, sebab dapat membuat tabel terenkripsi: http://www.dimensional.com/~bgiles/pkixdoc/.

Tool Web/GUI

MySQL AB mengklaim lebih banyak tool grafis/web yang tersedia untuk MySQL, dan ini nampaknya cukup benar.

Tipe Data

PostgreSQL lebih kaya dalam hal tipe data (terutama yang domain-specific seperti tipe data geometris dan MONEY), tapi MySQL sudah mendukung semua tipe data umum.
Di PostgreSQL sebelum 7.1, masih ada keterbatasan yang cukup menyesakkan yaitu ukuran data BLOB maksimum adalah 8–32KB. Sejak 7.1, PostgreSQL juga dapat menyimpan data BLOB besar.
CHAR dan VARCHAR di PostgreSQL dapat menampung hingga 8 juta karakter (bandingkan dengan MySQL yang hanya 255).

Modifikasi Tabel

MySQL lebih fleksibel dalam ALTER TABLE. PostgreSQL sendiri terbatas hanya bisa melakukan penambahan kolom, penggantian nama kolom, dan penggantian nama tabel. MySQL mendukung penambahan/penghapusan kolom, penggantian definisi kolom, dsb.

Fitur OO dan SQL

Dalam waktu beberapa tahun PostgreSQL akan tetap memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan MySQL. Lebih banyak fitur dari standar SQL92 yang diimplementasi oleh PostgreSQL. MySQL bahkan belum mendukung subselek. View, trigger, foreign key checking (meski ini sudah ada di InnoDB) dan stored procedure semua hanya ada di PostgreSQL. Sebagai pengembang yang memutuskan memilih salah satu database, Anda perlu menanyakan kepada diri sendiri dulu apakah ingin lebih bersusah-payah melakukan code around fasilitas-fasilitas yang tidak ada di MySQL tersebut melalui bahasa pemrograman (misalnya, stored procedure diganti dengan user-defined function, subselek diganti beberapa kali SQL yang dibungkus dengan locking, dan tidak ada “trigger” berarti Anda harus melakukan pengecekan secara manual). Jika tidak ingin repot, lebih baik memilih PostgreSQL. Tapi jika tidak butuh fitur SQL yang rumit-rumit, Anda masih punya kebebasan memilih satu dari dua.
Di samping itu MySQL pun tidak memiliki fitur OO seperti pewarisan tabel dan tipe data, atau tipe data array yang kadang praktis untuk menyimpan banyak item data di dalam satu record.

Fitur Unik

MySQL memiliki arsitektur yang memungkinkan sebuah database terdiri dari beberapa jenis tabel, misalnya: yang transaksional dan tidak, yang berbasis di memori atau di disk, yang terkompresi dan yang read-only. MySQL mendukung protokol terkompresi yang bisa menghemat bandwidth dan mengurangi latensi.

PostgreSQL memiliki tipe data array, pewarisan tabel dan tipe data, serta sistem rule. PostgreSQL memiliki tipe-tipe data “antik.” Di PostgreSQL Anda dapat menulis stored procedure (atau procedural language, istilah di PostgreSQL) dalam beberapa bahasa: PL/Perl, PL/Tcl, atau PL/PgSQL. PostgreSQL mendukung set/himpunan.
Ditulis oleh eMHa On 8:52 PM No comments Baca selengkapnya...

PostgreSQL

PostgreSQL adalah sebuah produk database relasional yang termasuk dalam kategori free open source software (FOSS). 

PostgreSQL terkenal karena fitur-fitur yang advanced dan pendekatan rancangan modelnya menggunakan paradigma object-oriented, sehingga sering dikategorikan sebagai Object Relational Database Management System (ORDBMS).

Beberapa fitur PostgreSQL adalah sebagai berikut :
  • Inheritance, dimana satu table dapat diturunkan model dan beberapa karakteristik dari table lainnya.
  • Multi-Version Concurrency Control (MVCC), dimana user diberi data snapshot ketika suatu perubahan dilakukan sampai commit.
  • Rules, dimana suatu query DML yang dikirimkan ke server akan mengalami penulisan ulang (rewrite). Ini terjadi sebelum diproses oleh query planner.
  • dan berbagai fitur lainnya
Ditulis oleh eMHa On 8:19 PM No comments Baca selengkapnya...
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube