Monday, April 3, 2017

ADSENSE

Belajar AdSense Untuk Pemula dari A Sampai Z

   2
Sejak pertengahan 2015, AdSense menjadi topik yang ramai dibicarakan di kalangan internet marketer Indonesia. Berbagai macam aliran pun bermunculan. Ngga jarang terjadi pertikaian antar perguruan yang mengajarkan tentang AdSense.
Di kesempatan ini, saya ingin membahas secara lengkap bagaimana menjalani AdSense sebagai bisnis yang bisa menghasilkan pendapatan pasif setiap bulan, atau bahasa beken-nya passive income.
Artikel ini akan menjadi pembahasan yang sangat panjang, untuk itu, saya akan membuat daftar materi di awal. Ini pertama kalinya Revorma membuat list semacam ini, saking panjangnya materi, huehe.
Okelah langsung saja dibahas secara rinci.

Cara Supaya Diterima Google AdSense

Jujur saja, saya sudah bosan menerima pertanyaan semacam ini, baik itu melalui email, Facebook, WhatsApp, dan lainnya, tapi harus diakui memang bahwa tahapan ini sangat menguras batin. Mental bisa mendadak down gara-gara mendapat email penolakan dari Google.
Saya sendiri pernah merasakan stres semacam itu ketika berbulan-bulan usaha saya untuk mendapatkan akun tak kunjung terwujud. Dan tentu saja, semakin hari semakin sulit untuk mendaftar di Google AdSense karena tingkat kepadatan para pendatang baru yang mencoba peruntungan untuk mendaftar juga.
Terkadang, sudah berusaha membuat website yang normal-normal saja, baik-baik saja, mungkin bisa dibilang cukup berkualitas, tapi hasilnya tetap saja; penolakan. Bagaimana solusinya?
Melalui pendekatan logika, di balik sana ada puluhan atau bahkan ratusan manusia Google yang menyeleksi formulir pendaftaran. Anda bisa bayangkan, mereka pasti sangat jenuh setiap hari berinteraksi dengan hal-hal semacam itu. Jika saya jadi mereka, saya juga akan melakukan hal yang sama. Menentukan sebuah website layak diterima atau tidak hanya butuh waktu kurang dari 20 detik.
Dengan kata lain, hari ini, diterima oleh AdSense adalah untung-untungan. Hoki.
Saya mendaftarkan Revorma sebagai web perdana yang saya ajukan di form pendaftaran. Hasilnya ditolak berkali-kali. Padahal konten semuanya manual, kalau mau dibilang berkualitas ya secara subjektif saya bilang lumayan berkualitas. Sampai pada suatu ketika saya iseng ganti theme, kemudian resubmit. Dan tidak lama setelah itu approved.
Anda bisa coba cara ini, menggunakan theme A kemudian resubmit. Kalau ditolak ya ganti ke theme B dengan ditambah beberapa artikel fresh, kemudian resubmit. Kalau masih ditolak, ganti lagi dengan theme C, dan seterusnya.
Di balik sana, mereka pasti merekam data website Anda ketika website Anda ditolak. Bisa dari segi tampilan yang menurut manusia Google kurang menarik, atau hal-hal lain.
Mengganti theme adalah cara yang paling mudah untuk membuat website Anda terlihat lebih berkualitas meski dari segi konten mungkin ecek-ecek.
Mengganti theme hanyalah salah satu trik, beberapa trik lainnya yang tidak ada salahnya untuk dicoba adalah berikut ini:
  1. Membuat beberapa blogspot sekaligus dan mendaftarkannya. Trik ini agak repot karena masing-masing blogspot harus terisi post dan harus menggunakan email yang berbeda.
  2. Menunggu sampai website atau blog Anda mempunyai traffic yang lumayan dari search engine, tentu saja ini juga butuh waktu. Tapi hey, kalau Anda buru-buru ingin punya akun AdSense sedangkan traffic belum ada, kan sama saja tidak akan ada earning? Ahaha!
  3. Membeli akun AdSense yang valid bukan dari bug, yang sudah berumur. Cuma saya akui cara ini memang agak susah. Kalau mau dapat yang benar-benar bagus harus manual dengan gabung ke komunitas dan iseng tanya-tanya punya akun AdSense nganggur atau tidak.
Saya sendiri selain ganti theme, punya beberapa kriteria lainnya yang menurut saya jarang dibahas orang, mengapa akhirnya Revorma diapprove setelah sebelumnya berkali-kali ditolak oleh AdSense. Saya bahas lengkap di Revorma Premium.

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Saat Membangun Blog

Untuk bisa sukses di AdSense, Anda harus benar-benar kuat pondasi dan wawasan tentang SEO. Karena goal dari AdSense adalah pendapatan pasif atau passive income. Satu-satunya cara untuk bisa mendapatkan traffic berkelanjutan (dan passive) adalah dengan memasukkan website atau blog Anda ke halaman pertama Google.
Seketika website Anda berada di halaman pertama Google, maka dolar akan mesuk ke saldo AdSense secara terus-menerus dan ada potensi untuk terus bertambah.
Karena pondasi awal harus SEO-minded, maka Anda harus tahu apa-apa saja yang seharusnya tidak dilakukan ketika Anda membangun blog untuk tujuan AdSense. Menariknya, hal-hal ini justru banyak dilakukan oleh seorang pemula yang baru datang menekuni ini.

1. Terlalu Sering Posting Konten Lemah

Permasalahan ini seringkali muncul karena ketidaksiapan skill dan mental untuk terjun ke dalam bisnis blog (juga AdSense). Ingat bahwa AdSense adalah SEO-minded, dan SEO sangat memperhatikan kualitas konten.
Kualitas konten sangat berkaitan dengan skill yang mumpuni dalam bidang tulis-menulis. Juga mental yang harus tetap prima konsisten membuat konten berkualitas.
Saya pernah secara khusus menulis standar konten berkualitas (silahkan dibaca).
Kalau Anda belum bisa menulis, maka belajarlah untuk menulis. Salah satu cara terbaik untuk melatih diri untuk bisa tekun dalam menulis adalah dengan memaksa diri membuat konten dengan panjang 1000 kata, minimal 1 kali setiap pekan.
Menulis konten 300 kata adalah kebiasaan buruk. Jangan pernah berharap konten Anda bisa dengan mudah masuk ke halaman pertama Google kalau konten yang Anda buat hanya menggunakan 300 kata atau bahkan kurang.
Di materi premium saya bahas Hal yang Harus Dilakukan di Setiap Konten Supaya Keyword Anda Menang di Google (meranking keyword tanpa peduli dengan tingkat persaingan rendah atau tinggi).

2. Karena Tidak Bisa Menulis, Akhirnya Beli Konten

Ingat ya, ketika Anda tidak mempunyai skill menulis, maka Anda tidak akan bisa menilai kualitas konten yang Anda beli, yang otomatis Anda tidak bisa mengevaluasi hasil konten yang Anda beli.
Membeli konten tidak salah, dengan catatan Anda bisa memberikan penilaian terhadap konten yang Anda beli, penulis mana yang paling bagus kualitasnya dan paling niat saat membuat konten, yang ketika Anda tahu kualitasnya, Anda tidak pakai mikir untuk mengeluarkan dana yang Anda punya.
Membeli konten dengan hitung-hitungan bisnis, seperti kulakan barang untuk dijual lagi. Hasilnya akan tetap sama ketika Anda belum mau memperkaya diri untuk bisa menghasilkan tulisan yang bagus.
Ketika Anda membeli konten dengan kualitas rendahan, maka sama saja Anda melakukan kesalahan nomor 1 di atas. Anda rugi pangkat dua.

3. Terlalu Pusing Memikirkan Sumber Traffic

Anda sudah tahu bahwa Facebook bisa memberikan dampak viral, sehingga Anda berpikir untuk membuat konten viral dan berharap konten tersebut disukai oleh pembaca.
Tapi, di sisi lain Anda juga berharap mempunyai traffic yang bagus dari Google, sehingga Anda berjibaku membuat backlink di berbagai tempat. Beruntung kalau cara membuat backlinknya rapi dan bersih, yang sering saya jumpai adalah membuat backlink asal-asalan. Zonk.
Kemudian pusing dengan cara-cara lain dalam mengolah traffic. Akhirnya mendapati diri tidak menghasilkan apa-apa, masih jalan di tempat.
Yep, seperti yang di awal saya katakan, bisnis blog adalah bisnis yang SEO-minded, di awal-awal jangan pusing dengan traffic-source, fokus saja pada langkah-langkah berbasis SEO. Untuk mendapatkan traffic yang organic dari search engine.

4. Membuat Backlink Sampah Secara Brutal

Haha, yang ada di kepala hanyalah backlink.. backlink.. dan backlink. Asal ada tempat yang bisa ditancepin langsung disikat tanpa ba-bi-bu.
Pikiran semacam ini adalah cara pikir jadul yang sudah tidak berlaku di era Google sekarang. Ribuan backlink semacam ini tidak akan memberikan pengaruh positif pada website Anda. Yang ada justru sebaliknya. Akan ada kemungkinan website Anda hilang dari Google.
Ada juga orang yang malas membuat backlink, dan tergiur dengan backlink yang diobral di forum atau marketplace, melihat harganya yang murah dan kata-kata bombastis yang dipakai.
Saya sendiri menggunakan jasa pihak ketiga untuk optimasi keyword (backlink), tapi saya tahu backlink seperti apa yang harus saya pesan ke mereka, dan mengerti dampak-dampaknya. Saya bahas secara detail masalah backlink ini di Begini Cara Membangun Backlink Super yang Bisa Meranking Keyword Berat (Revorma Premium).
Daripada Anda pusing membangun backlink, sebaiknya selesaikan dulu masalah kualitas konten.

5. Optimasi Konten yang Ngawur

Akar masalahnya masih sama, malas memperkaya diri tentang cara menciptakan konten yang berkualitas. Tidak mau belajar menulis dengan bagus, cara pikirnya kurang kreatif.
Sehingga ketika harus membuat konten dengan tema tertentu, yang ada di kepalanya tidak bisa paralel. Padahal setiap tema tulisan itu bisa dibreakdown menjadi sangat luas di setiap bagiannya, sehingga menghasilkan tulisan yang kaya (panjang) dan berkualitas (enak dibaca).
Karena ke-tidak-telaten-an itu tadi, kalimat yang dipakai di konten dipaksakan berulang-ulang, sesuatu yang sudah disampaikan di awal, dibahas lagi di paragraf-paragraf berikutnya. Google bisa mengenali hal ini, dan tentu saja manusia. Dan keduanya tidak suka dengan konten semacam ini.
Apalagi yang dengan sengaja mengulang-ulang kalimat, kata, atau keyword, kemudian berharap kontennya bisa muncul di halaman pertama disebabkan oleh pengulangan kata tersebut. Haha!
Sudahlah, jangan lakukan kesalahan ini lagi, jangan beramal tanpa ilmu. Monggo perkaya diri, jangan malas.

6. Website Anda Menggunakan Theme yang Buruk

Saya sudah terlalu sering mengulang pembahasan mengenai theme ini. Yang paling penting dari sebuah theme itu hanya user friendly dan kecepatan.
Yang dimaksud dengan user friendly adalah mudah dipahami oleh pengunjung, tidak membingungkan. Dan yang dimaksud dengan kecepatan ya websitenya tidak berat saat dibuka.
Banyak kok theme gratis yang memenuhi 2 spesifikasi seperti di atas. Tapi ada beberapa poin lain yang juga perlu diperhatikan terkait theme ini, saya pernah menulis hal tersebut:
  1. Theme Bagus yang Saya Gunakan untuk Bisnis AdSense (Revorma Premium)
  2. Bisnis Online, Gunakan Theme yang Bersih dan Simpel (Revorma Premium)
  3. Berikut Ini Tips Penting Sebelum Membeli Item, Theme & Plugin (Free)

Strategi Supaya Anda Memperoleh Backlink dari Blog Lain

Bagi saya sekarang ini cara yang paling asik untuk mendapatkan backlink baru adalah dengan menghubungi blogger secara personal melalui pendekatan yang hangat. Dengan mengirimkan pesan di Facebook atau nomor kontak WA jika saya mempunyai info kontaknya.
Ada beberapa alasan mengapa cara ini saya gunakan:
  1. Menyambung silaturahim, pastinya. Jadi lebih akrab dengan yang bersangkutan.
  2. Tentu saja, saya juga membuatkan backlink untuknya, it’s a fair game.
  3. Saya bisa menentukan kualitas backlink yang saya inginkan. Saya pastikan bentuk backlinknya adalah kontekstual. Silahkan dibaca lagi Semua Tentang Backlink Dibahas Sampai Tuntas.
  4. Tingkat keseruannya beda, karena proses terjadinya backlink disertai dengan kehangatan diskusi. Ini lebih semriwing ketimbang pasang sana-sini tanpa salam sama pemilik web.
Dalam kondisi tertentu, jiwa seorang optimizer terpanggil untuk membeli backlink ketimbang menjalani prosesnya perlahan-lahan. Sampai-sampai tidak peduli bahwa backlink yang dibeli ternyata spammy.
Berikut ini cara-cara yang biasa saya lakukan saat meminta mereka supaya membuatkan backlink untuk saya.

Pertama, Basa-basi

Sampaikan salam dan lempar bahan untuk diskusi, jangan langsung to the point. Lakukan ini sampai bosen chating, hehe.

Kedua, Tawarkan Tukar Backlink

Saya menanyakan padanya apakah berkenan kalau saling bertukar backlink? Pengalaman saya sejauh ini 95% jawabannya adalah mau. Di tahap ini saya tanya punya blog berapa dan minta alamatnya, untuk saya cek kualitas blognya, dan saya cari konten mana yang kira-kira bisa saya minta untuk dibuatkan backlink di sana.

Ketiga, Langsung Eksekusi

Prosesnya tidak perlu lama, tidak perlu buat konten baru. Pilih saja konten yang sudah ada kemudian sampaikan “saya mau backlinknya dipasang di halaman ini yaa http://blablabla.com/bla-bla-bla nanti mas/mbak bisa pilih juga mau dipasang di mana.”
Kalau saya sih punya banyak website, ada puluhan yang Domain Authority (DA) di atas 20, jadi tidak pusing mau dipasang di mana. Kalau dia punya 5 website, ya berarti barter 5 backlink saja.
Pastikan kontennya relevan dengan backlink yang ingin Anda bangun. Kalau misalnya di blog dia belum ada yang relevan, ya mau tidak mau Anda harus membuat konten baru dan dikirimkan padanya. Sayang saja sih kalau misal tidak relevan, jadi kurang greget.
Kalau memang Anda lagi sangat malas, ya terserah Anda, mau relevan atau tidak Anda sendiri yang memutuskan. Kadang-kadang saya juga malas, hehe.
Berikut ini salah satu cuplikan saat saya mengajak kawan di Facebook untuk tukar backlink.
percakapan-pm-tukar-backlink

Percakapan di atas berujung pada terwujudnya 2 backlink untuk salah satu keyword saya. Ada banyak sekali percakapan semacamnya baik di Facebook ataupun di WhatsApp.
Tidak ada salahnya untuk meminta, tapi tipikal orang Indonesia itu memang sulit untuk memberikan sesuatu secara cuma-cuma, maka tawarkan pula baginya untuk memasang backlink di website Anda.

Formula Jitu Memproduksi Konten Viral

Saya yakin Anda semua sudah tahu apa itu konten viral, tapi masih sering bingung bagaimana harus memulainya dan bagaimana membuat konten tersebut bisa benar-benar viral.
Menggunakan strategi dalam pembuatan konten adalah salah satu cara untuk meningkatkan reputasi website Anda, baik di mata manusia ataupun di mata Google.
Konten viral adalah konten berbasis sosial media, bukan SEO. Tapi bukan berarti tidak bisa dibuat SEO Friendly. Sebagai contoh adalah konten undangan pernikahan unik di Satu Jam. Konten ini menggunakan judul yang viral (sehingga membuat orang gatel untuk klik).
Undangan pernikahan unik adalah keyword yang dicari oleh banyak orang setiap bulan, tapi Satu Jam mengamalkan pepatah sambil menyelam minum air. Ya sekalian saja judulnya dibuat unik; 16 Undangan Pernikahan Unik yang Membuat Kamu Ingin Segera Menikah.
Saya tidak pernah mengoptimasi keyword tersebut, tapi kalau Anda cek di Google, ia ada di halaman pertama dan sudah menghasilkan passive traffic.
Dan Satu Jam menggunakan strategi semacam ini untuk banyak keyword lainnya. Kombinasi SEO dan viral. Otomatis ketika masuk ke halaman pertama Google, judul semacam itu juga akan menarik orang untuk klik. Double-double untungnya.
Berdasarkan hal tersebut, Anda juga perlu mempertimbangkan konten viral macam apa yang ingin Anda buat. Saran saya, buat konten viral yang masih berkaitan (diseputar) keyword yang ingin Anda taklukkan. Bisa di konten viral itu sendiri atau konten lainnya.
Untuk meningkatkan success-rate, tentu Anda butuh alat bantu. Dan alat bantu favorit saya adalah BuzzSumo. Saya sudah lama menggunakan tools ini, ia sangat membantu proses filter konten viral yang sesuai dengan kebutuhan saya.
Screen Shot 2016-07-13 at 8.46.25 AM
Cara kerja alat bantu ini cukup simple;
  1. Masukkan alamat website yang ingin diintip viralitasnya.
  2. Akan muncul hasil diurutkan yang paling banyak dishare di sosmed.
  3. Anda bisa filter waktu tayang konten per bulan, per minggu, per 24 jam.
Tool ini tidak gratis, tapi memberikan masa uji coba gratis selama 1 pekan. Ini bisa Anda manfaatkan untuk menjajal keampuhan tool ini. Kalau masa uji coba sudah habis, tinggal bikin email baru, hehe.
Menurut saya sih yang versi gratisnya juga tetap powerful kok, kita bisa lihat 5 konten yang sedang populer di web yang kita pilih. Rujukan website viral kan ada sangat banyak, tinggal ganti-ganti rujukan website saja. kalau 1 website bisa dapat 5 list konten viral, Anda bisa dapat 50 list viral jika memasukkan 10 website rujukan.
Kemudian mainkan filter waktunya, diganti bulanan, mingguan, harian. Seringkali hasilnya berbeda karena faktor waktu, dan Anda akan mendapatkan list viral yang lebih banyak lagi.
Jangan lupa untuk melengkapi data-data dari konten yang sudah Anda dapat, supaya lebih menarik, disesuaikan lagi bahasanya, judulnya, dll.
Meski sudah didukung oleh alat bantu, jangan langsung berharap hasilnya bisa tokcer. Pengalaman saya, dari 10 konten yang dibuat hanya ada 1 atau 2 saja yang benar-benar viral, atau bahkan terkadang tidak ada. Tapi sekalinya Anda dapat, konten ini akan bisa terus-menerus Anda gunakan untuk mendongkrak traffic (tentu dengan jeda waktu, tidak setiap hari).

Cara Paling Keren Untuk Optimasi Onpage

Saya yakin Anda nyaris tidak pernah bertanya pada diri sendiri mengapa Wikipedia bisa sangat mendominasi halaman pertama. Anda tidak sempat mempertanyakan hal itu karena menganggap wajar bahwa Wikipedia adalah situs besar yang sangat kaya akan konten.
Ada benarnya demikian tapi rumusnya tetap sama, tidak ada sesuatu yang instan, semua membutuhkan proses dan Google tetap menggunakan nilai-nilai algoritmanya.
Jawaban mengapa Wikipedia bisa sangat dominan adalah onpage. Wikipedia mengemas onpage dengan sangat bagus dan rapi. Bagus karena relevansinya sangat tinggi.
Semua hewan Google (Panda, Penguin, Hummingbird, dll) bisa menghabisi website-website yang katanya menggunakan strategi SEO yang mumpuni, tapi nyatanya Wikipedia tetap bertahan hingga hari ini tak peduli Google mau jungkir balik berkali-kali.
Ini menandakan bahwa Wikipedia bermain dengan sangat bersih. Ini bukan cuma tentang backlink. Ada sesuatu yang lebih serius yang harus Anda perhatikan daripada hanya fokus membangun link.
Mari kita kupas habis bagaimana strategi onpage yang dilakukan oleh Wikipedia.

1. Artikel yang Dibuat Sangat Ilmiah, Risetnya Sangat Kuat

Inilah rahasia yang menjadikan Wikipedia besar seperti hari ini. Ini pula yang membuat orang berbondong-bondong membuat backlink secara sukarela karena menganggap Wikipedia sebagai dalil. Apa yang ada di Wikipedia adalah data yang tidak bisa dibantah, semacam itu.
Pernahkah Anda mendapati konten tak bermutu di Wikipedia? Saya pribadi nyaris tidak pernah. Apa yang saya dapat dari Wikipedia sangatlah berbobot dan memuaskan.
Mempunyai konten dengan jumlah kata yang banyak saja masih belum cukup. Yang harus dibangun adalah kepercayaan dari pembaca. Bagaimana blog Anda bisa dipercaya oleh pembaca dan dijadikan rujukan mereka.

2. Jumlah Kata yang Sangat Banyak

Sekelebat ingatan saya, jumlah kata yang ada di setiap konten di Wikipedia sangatlah banyak. Kalau dilihat sekilas, ada-lah ya 1.000 kata. Bahkan seringkali di atas 2.000 kata.
Ini juga jadi jawaban yang sangat jelas. Bahwa jumlah kata mampu berpengaruh terhadap posisi ranking konten di Google. Plus data-data yang ditampilkan harus bertanggung-jawab, seperti yang saya sebutkan di atas.
Tidak jarang juga konten-konten di sana menggunakan lebih dari 10 ribu kata. Ini sangat wow!
Menurut hasil riset dari SerpIQ, jumlah kata bisa mempengaruhi posisi konten di halaman Google. Rata-rata konten yang ada di halaman pertama Google mempunyai 2.000 kata dalam kontennya.
jumlah kata mempengaruhi ranking
Nah, jelas kan?
Saya sendiri sejak awal tahun 2016 sangat terobsesi dengan jumlah kata. Beberapa riset saya lakukan dan hasilnya cukup menarik, 70% konten yang dibuat dengan jumlah kata di atas 2.000 bisa masuk ke halaman pertama Google.
Tapi, seperti yang saya jelaskan di atas, harus trusted dan menarik. Mengandalkan jumlah kata saja tidak cukup.
Saya mengelola website Satu Jam, di website ini ada cukup banyak keyword yang masuk ke halaman satu dengan tingkat persaingan menengah ke atas, silahkan Anda ketik “peluang usaha” di Google, lihat hasilnya. Keyword ini dicari lebih dari 50rb search setiap bulan.
Salah satu alasan mengapa keyword itu bisa berada di posisi tersebut adalah menggunakan 10rb kata lebih di dalam kontennya. Meski saya akui, konten itu belum sempurna secara kualitas dan belum bisa dikatakan menarik (menurut saya), tapi ini bisa diperbaiki, dan sudah saya rencanakan langkah-langkahnya.

3. Internal Link yang Bagus, Tertata, Rapi, dan Relevan

Yap, Wikipedia mempunyai jutaan konten. Yang setiap konten selalu terhubung dengan konten lainnya yang relevan. Ini juga yang menjadi alasan mengapa Wikipedia menjadi situs yang trusted. Terlalu lengkap.
Ada satu hal menarik yang saya amati terkait internal link di Wikipedia yang belakangan ini coba saya terapkan di beberapa blog yang saya kelola.
Hal menarik itu adalah anchor text dan permalink-nya seringkali sama. Coba Anda masuk ke halaman Wikipedia ini dan hover setiap link yang ada, lihat bagaimana permalink yang digunakan.
Menarik bukan? Ini yang jarang orang lakukan dan sadari. Saya sedang mencoba perbaiki beberapa konten lama terkait hal ini.
Misalnya, keyword yang ingin saya taklukkan adalah cara mengajarkan anak sholat, maka saya akan membuat judul 14 Cara Seru Mengajarkan Anak Untuk Rajin Sholat, dan permalinknya seperti ini satujam.com/cara-mengajarkan-anak-sholat.
Lalu ketika saya membuat artikel baru, dan sedang relevan dengan tema sholat, saya akan membuat internal link dengan anchor text cara mengajarkan anak sholat dan mengarahkannya ke konten tersebut.
Kira-kira demikian.
Saya sedang berusaha memperbaiki anchor text pada internal link, kalau Anda tertarik untuk ikut memperbaiki, monggo :D
Berikut ini beberapa manfaat adanya internal link di website:
  1. Meningkatkan link-flow atau link-juice di website Anda, sehingga konten yang dituju juga ikut terangkat di Google rank.
  2. Anchor text yang Anda buat akan membantu Google memahami secara lebih akurat bahwa tema konten tersebut (yang dituju) benar-benar seperti yang dideskripsikan melalui anchor text.
  3. Internal link membantu robot Google untuk menelusuri bagian-bagian lain dari website Anda.
  4. Dari sisi manusia, tentu ini akan meningkatkan user experience. Pengunjung jadi lebih mudah menelusuri konten yang berkaitan yang menurut mereka menarik untuk diikuti. Menurunkan bounce-rate, dan meningkatkan pageviews.

4. Menempatkan Keyword di Awal

Harus diakui, strategi ini masih berlaku, dan Wikipedia menggunakannya. Di awal di sini maksudnya di awal judul dan awal paragraf (deskripsi). Ini buktinya:
keyword-bolded-2-600x173
Sample Pertama
keyword-bolded-3-600x183
Sample Kedua
keyword-bolded-600x158
Sample Ketiga
Entahlah, banyak perdebatan seputar hal ini. Ada yang mengatakan menempatkan keyword di awal ini tidak penting, tidak memberikan efek. Tapi nyatanya Wikipedia menggunakan ini, tidak ada salahnya untuk ditiru.
Saya pun menggunakannya, masih di contoh konten yang sama, “peluang usaha”.
Tidak hanya itu, hal menarik lainnya adalah Wikipedia menggunakan bold pada keyword-keyword mereka, silahkan cek sendiri. Hal yang menurut beberapa kalangan juga tidak memberikan pengaruh terhadap mesin pencari, lagi-lagi Wikipedia menggunakannya. Dan saya pun menirunya untuk contoh yang sama, “peluang usaha”.

5. Mempersiapkan ALT dan file-name yang Tepat di Setiap Gambar

Agak menyita waktu tapi memberikan dampak yang signifikan. Itulah yang terjadi di Wikipedia. Silahkan Anda lihat hampir semua gambar yang menempel di Wikipedia mempunyai ALT dan file-name yang deskriptif dan mengandung keyword (density).
Untuk ALT-nya tidak terlalu lengkap, ada beberapa yang kosong, tapi untuk file-name seringkali terisi dengan baik dan nyaris sempurna. SIlahkan cek halaman ini.

6. Menulis Secara Natural, Apa Adanya

Seperti saat saya membuat konten ini, per kalimat ini sudah mencapai 2.400-an kata, dan nyatanya Anda masih saja membaca pelajaran ini bukan? Karena saya menulis konten ini secara natural sehingga tetap nyaman untuk dinikmati.
Anda pasti sering menjumpai konten yang sangat tidak enak untuk dibaca. Susunan kata tidak beraturan, dan informasi yang disampaikan tidak jelas (tidak meyakinkan), yang terjadi selanjutnya adalah Anda pergi begitu saja tanpa mengingat situs apa yang barusan Anda kunjungi.
Ini kembali lagi ke permasalahan awal di mana Anda harus memperbaiki keualitas tulisan Anda dengan meningkatkan intensitas latihan menulis dan mengamati bagaimana orang lain membuat tulisan.
Wikipedia juga melakukan hal ini. Kontennya bisa diterima, dinikmati, dan tidak membosankan.

(source : revorma)
Ditulis oleh eMHa On 2:21 AM No comments Baca selengkapnya...

Sunday, April 2, 2017

National Elektronik kali ini memberikan tips cara menghitung kebutuhan AC untuk ruangan anda karena masih banyak sekali customer kami yang tidak tahu cara menghitung penggunaan kapasitas AC untuk ruangan mereka dan hanya mengira-ngira saja berapa PK kebutuhan AC untuk ruangan tersebut.
Rumus menghitungnya ada 2. Ada yang lebih njelimet, ada yang lebih simple.
Rumus pertama cara menghitung kebutuhan ac yang ngejelimet adalah seperti ini:
(Panjang x Lebar x Tinggi Ruangan x Faktor 1 x 37) + (Jumlah orang x Faktor 2)
Angka Faktor 1 adalah: untuk kamar tidur = 5, untuk kantor atau living room = 6, dan untuk restoran atau salon atau warnet atau mini market = 7
Angka Faktor 2 adalah: untuk orang dewasa = 600Btu, untuk anak-anak = 300Btu
Oke kita akan lihat contohnya:
untuk ruangan kamar tidur panjang 3m, lebar 3m dan tinggi ruangan 2.5m, dan akan ditinggali oleh 2 orang dewasa misalnya. Perhitungannya jadi seperti ini:
(3 x 3 x 2,5 x 5 x 37) + (2 x 600)
= 4.162,5 + 1.200
= 5.362,5 Btu
Ribet kan?
Rumus kedua untuk menghitung kebutuhan ac jauh lebih simple, dan rata-rata lebih umum digunakan untuk menghitung kebutuhan AC walaupun tidak se-akurat rumus pertama. Rumus kedua ini hanya panjang ruangan dikali lebar ruangan dikali 500Btu.

Contoh: ruangan 3m x 3m = 9m2 x 500Btu = 4.500Btu.
Nah berarti untuk mendinginkan ruangan sebesar 3m x 3m dibutuhkan MINIMAL AC 1/2 PK karena AC 1/2 PK memiliki BTU sebesar 5000.
Kemudian ada dilema dan kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para customer kami.
Apabila besar ruangan adalah 3m x 4m, maka jumlah Btu yang dibutuhkan adalah (12 x 500) = 6.000Btu. Angka ini adalah salah satu angka keramat dan salah satu besar ruangan yang paling lazim untuk kamar tidur selain 3m x 3m.
AC 1/2PK memiliki Btu 5000, AC 3/4PK memiliki Btu 7000, nah untuk ruangan 3m x 4m, Btu yang dibutuhkan adalah 6.000, jadi mau pake AC yang mana? 1/2 atau 3/4PK?
Jawabannya….. tentu saja 3/4PK, dan bukannnnn… bukan karena penjual maunya untung lebih banyak dengan menjual AC yang lebih mahal harganya. Karena sebenarnya untung toko kami menjual AC 1/2 atau 3/4 PK sama saja. tidak serta merta kami jual AC yang lebih mahal kemudian untung kami juga lebih banyak, SALAH!
Ini adalah alasan kenapa ruangan 3×4 harus menggunakan AC 3/4PK, walaupun kalau pake AC 1/2PK ruangan juga tetap masih bisa dingin walau waktu yang dibutuhkan akan jauh lebih lama.
1. Kalau anda tetap memakai AC 1/2 PK, ya ruangan tetap bisa dingin tapi AC tersebut harus bekerja 100% dengan Kecepatan Fan maksimum dan suhu remote 16 derajat misalnya baru ruangan bisa terasa dingin, terutama di siang hari apalagi bila di kamar tersebut ada jendela yang menghadap barat dimana sinar mentari siang menuju sore sedang panas-panasnya, AC tersebut pasti tidak tahan lama karena kinerja kompressor yang harus terus harus maksimal. Ini pun akan berdampak pada konsumsi listrik yang semakin boros karena kompressor akan lebih banyak hidup daripada mati. Dan pada saat kompressor menyala konsumsi listrik sebesar PK AC akan terus terkonsumsi (contoh 1/2PK konsumsi listriknya 400Watt atau 320 Watt untuk tipe Low Watt)
2. Kalau anda memakai AC 3/4 PK, anda cukup menggunakan kecepatan Fan 1, suhu remote 22 derajat dan ruangan sudah terasa dingin. Ini akan berdampak langsung pada konsumsi listrik AC tersebut, walaupun AC 3/4PK menggunakan listrik sebesar 600 Watt atau 530 Watt untuk tipe Low Watt tetapi kompressor akan lebih sering mati dan tidak perlu bekerja maksimal sehingga akan memperpanjang umur AC itu sendiri.
3. Perbedaan harga AC 1/2 PK dan 3/4 PK hanya 100 ribu Rupiah. Bukannya beda sampai 500 ribu. Jadi tidak ada alasan lain untuk ruangan 3 x 4 anda masih menggunakan AC 1/2PK. Memang di depan anda berhemat 100 ribu, tapi dalam bulan berjalan pemakaian listrik anda kami jamin akan lebih hemat bila anda menggunakan AC 3/4 PK apalagi bila dinyalakan ber jam-jam setiap harinya. Saya sendiri masih memiliki batita umur 1 tahun yang dimana AC di ruangan dia harus menyala hampir 24 jam sehari plus ada jendela besar yang menghadap ke barat. Jadi panas banget kalo pas siang menuju sore. Setelah saya memakai AC 1/2 PK, saya mengganti AC ruangan tersebut dengan AC 3/4PK. Pemakaian AC 3/4 PK benar – benar menghemat pembayaran listrik rumah saya dibandingkan dengan AC 1/2 PK (bukan promosi, hanya menceritakan pengalaman pribadi)
Contoh berikutnya adalah bila ruangan anda besarnya 4m x 4m… Btu yang dibutuhkan adalah 16 x 500 = 8.000Btu… AC 3/4PK Btu-nya 7000, AC 1PK Btu-nya 9000…. Jadi pake AC yang manaaaaaa…. silakan dijawab sendiri 🙂
Pokoknya yang perlu diingat:
AC 1/2  PK Btu ~ 5000
AC 3/4  PK Btu ~ 7000
AC 1      PK Btu ~ 9000
AC 1.5   PK Btu ~ 12.000
AC 2     PK Btu ~ 18.000
AC 2.5  PK Btu ~ 24.000
Nah bila Btu yang dibutuhkan adalah 13.000 – 14.000 AC 1.5 PK masih cukup untuk mendinginkan ruangan tanpa terlalu membebani kinerja kompressor. Namun bila Btu yang dibutuhkan ruangan sudah diatas 14.000 maka saran kami dibutuhkan AC 2 PK dengan Btu 18.000 agar pemakaian listrik lebih hemat dan kinerja kompressor tidak terlalu berat.
Rumus perhitungan kami berlaku untuk ruangan dengan tinggi langit-langit ruangan standard ya, yaitu sekitar 2.5 – 3m. Diatas itu setiap meter ketinggian eternit / langit-langit akan dibutuhkan 1000 Btu lagi.
Kemudian Rumus tersebut diatas juga berlaku untuk penggunaan pipa standard sampai dengan 10 meter. Bila contoh AC 1/2 PK tapi berhubung jarak indoor dan outdoor harus mencapai 13 atau 15 meter bahkan (hal ini biasa terjadi bila ada pemasangan AC di ruko dimana unit indoor berada di lantai 1, unit outdoor ada di dak atas lantai 4) maka kami menyarankan agar PK AC dinaikan menjadi 3/4 PK atau bahkan 1 PK bila ruangannya juga terdapat jendela besar dan terpapar sinar matahari langsung.
Nah bila anda ingin menggunakan AC Inverter, pastikan Btu AC-nya lebih besar dari kebutuhan ruangan yah. Jadi contoh bila ruangan kamar ukuran 4×5 kan kebutuhan ruangan 10.000 Btu. Kami sungguh sangat menyarankan penggunaan AC Inverter 1.5PK dibanding 1PK. Mengapa? Karena kalau kita melihat cara kerja AC Inverter dimana bila suhu ruangan sudah sama dengan suhu remote maka Watt AC Inverter akan bisa turun ke Watt minimal, nah di ruangan 4×4 kalau kita pakai AC Inverter 1.5PK kan akan lebih cepat tercapai, dan kinerja kompressor tidak perlu ngoyo mencapai suhu yang diinginkan misalnya 24 derajat atau 23 derajat. Watt AC Inverter akan bisa lebih cepat mencapai watt minimalnya yang tentunya akan berimbas langsung dengan konsumsi listrik rumah/kantor anda.

Oke kira – kira begitulah cara menghitung kebutuhan AC untuk ruangan anda.
Ditulis oleh eMHa On 6:47 PM No comments Baca selengkapnya...

Friday, March 10, 2017


Cara Penulisan Gelar Akademik yang Baik dan Benar



Penulisan gelar menurut EYD sering kali salah dala prakteknya, untuk menambah pengetahuna kita tentang penulisan gelar, berikut saya coba rangkum dalam tulisan ini .
Kebanyakan kesalahan terdapat pada penempatan tanda titik, misalnya :
Hasbullah Jaini, SE      (salah)
Hasbullah Jaini, S.E.   (benar)
Hasbullah Jaini, SH, MM       (salah)
Hasbullah Jaini, S.H., M.M.  (benar)
Untuk lebih memahami bagaimana penulisan gelar yang baik dan benar sesuai dengan EYD, silahkan simak tulisan berikut.
Penulis    : Dr. Warsiman, M.Pd.
Kendati hanya persoalan kecil, tetapi kebanyakan orang tidak memahami penulisan gelar yang benar. Penulisan gelar sejatinya tidaklah sesulit yang dibayangkan, tetapi juga tidak segampang yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang.
Berdasarkan aturan kebahasaan, penulisan gelar termasuk kategori pemahaman tentang singkatan. Singkatan adalah kependekkan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan sesuai dengan bentuk lengkapnya.  Selain itu, dalam buku pedoman umum ejaan yang disempurnakan (EYD), penulisan gelar juga   secaraintens disinggung, bahkan disertai beberapa contoh penulisan yang benar. Namun demikian, masyarakat masih saja banyak yang belum memahami dengan baik teknik penulisan gelar yang benar.
Sekarang, marilah kita analisis tentang penulisan gelar ini, agar kita tidak lagi menemui kesulitan di kemudian hari.
Jika dianalisis kata per kata, penulisan gelar dapat dinalar melalui teori singkatan. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana pendidikan, yang ditulis benar, Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan ditulis di belakang nama penyandang gelar. Huruf  “S“ pada kata sarjana, ditulis dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda titik, merupakan satu kata. Kemudian, huruf  “P” ditulis dengan huruf besar, tetapi huruf  “D”  ditulis dengan huruf kecil dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf  “D”  ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata “pendidikan”. Demikian pula singkatan-singkatan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, juga akan mengalami proses kebahasaan yang sama.
Lain halnya dengan singkatan pada gelar yang tanpa menyertakan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana hukum, sarjana ekonomi, dan sarjana pertanian. Jika disingkat, ketiga contoh gelar tersebut hanya terdiri dari huruf awal, dan tanpa menyertakan huruf peluncur yang merupakan bagian dari rangkaian kata, sehingga penulisannya pun terdiri atas huruf per huruf serta masing-masing ditandai dengan tanda baca titik. Dengan demikian, penulisan gelar sarjana hukum, ditulis di belakang nama penyandang gelar dengan singkatan: S.H., sarjana ekonomi ditulis S.E., dan sarjana  pertanian ditulis S.P.. Penulisan-penulisan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, dan yang hanya terdiri dari dua huruf atau lebih tanpa disertai dengan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian kata, harus mengikuti pola penulisan tersebut.
Berikut ini contoh-contoh penulisan gelar yang benar.
Gelar Sarjana
S.Ag. (Sarjana Agama)
S.Pd. (Sarjana Pendidikan)
S.Si.  (Sarjana Sains)
S.Psi. (Sarjana Psikologi)
S.Hum. (Sarjana Humaniora)
S.Kom. (Sarjana Komputer)
S.Sn. (Sarjana Seni)
S.Pt. (Sarjana Peternakan)
S.Ked. (Sarjana Kedokteran)
S.Th.I. (Sarjana Theologi Islam)
S.Kes. (Sarjana Kesehatan)
S.Sos. (Sarjana Sosial)
S.Kar. (Sarjana Karawitan)
S.Fhil. (Sarjana Fhilsafat)
S.T. (Sarjana Teknik)
S.P. (Sarjana Pertanian)
S.S. (Sarjana Sastra)
S.H. (Sarjana Hukum)
S.E. (Sarjana Ekonomi)
S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)             
S.I.P. (Sarjana Ilmu Politik)
S.K.M. (Sarjana Kesehatan Masyarakat)
S.H.I. (Sarjana Hukum Islam)
S.Sos.I. (Sarjana Sosial Islam)
S.Fil.I. (Sarjana Filsafat Islam)
S.Pd.I. (Sarjana Pendidikan Islam), dsb.
Gelar Magister
M.Ag. (Magister Agama)
M.Pd. (Magister Pendidikan)
M.Si. (Magister Sains)
M.Psi. (Magister Psikologi)
M.Hum. (Magister Humaniora)
M.Kom. (Magister Komputer)
M.Sn. (Magister Seni)
M.T. (Magister Teknik)
M.H. (Magister Hukum)
M.M. (Magister Manajemen)
M.Kes. (Magister Kesehatan)
M.P. (Magister Pertanian)
M.Fhil. (Magister Fhilsafat)
M.E. (Magister Ekonomi)
M.H.I. (Magister Hukum Islam)
M.Fil.I. (Magister Filsafat Islam)
M.E.I. (Magister Ekonomi Islam)
M.Pd.I. (Magister Pendidikan Islam), dsb.
S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)
Gelar Sarjana Muda Luar Negeri
B.A. (Bechelor of Arts)
B.Sc. (Bechelor of Science)
B.Ag. (Bechelor of Agriculture)
B.E. (Bechelor of Education)
B.D. (Bechleor of Divinity)
B.Litt. (Bechelor of Literature)
B.M. (Bechelor of Medicine)
B.Arch. (Bechelor of Architrcture), dsb.
Gelar Master Luar Negeri
M.A. (Master of Arts)
M.Sc. (Master of Science)
M.Ed. (Master of Education)
M.Litt. (Master of Literature)
M.Lib. (Master of Library)
M.Arch. (Master of Architecture)
M.Mus. (Master of Music)
M.Nurs. (Master of Nursing)
M.Th. (Master of  Theology)
M.Eng. (Master of Engineering)
M.B.A. (Master of Business Administration)
M.F. (Master of Forestry)
M.F.A. (Master of Fine Arts)
M.R.E. (Master of Religious Ediucation)
M.S. (Mater of Science)
M.P.H. (Master of Public Health), dsb.
Gelar Doktor Dalam Negeri
Penulisan gelar doktor dalam negeri pun sering tidak dipahami dengan benar oleh kebanyakan orang, padahal jika kita mampu menganalisis, tidaklah sulit untuk dapat menemukan jawabannya.
Penulisan gelar doktor dalam negeri sama dengan penulisan gelar-gelar yang lain. Karena huruf  “D” dan “R” merupakan rangkaian satu kata, maka penulisan gelar doktor yang benar adalah: Dr. (Doktor), dan ditulis di depan nama penyandang gelar. Huruf  “D” ditulis dengan huruf besar, dan huruf “R” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik pula.
Selain itu, di Indonesia juga memberlakukan sebutan profesional untuk program diploma. Aturan main penulisan sebutan profesional dalam negeri untuk program diploma ditulis di belakang nama penyandang sebutan profesional tersebut. Perhatikan beberapa sebutan profesional program diploma dalam negeri sebagai berikut.
Program diploma satu (D1) sebutan profesional ahli pratama, disingkat (A.P.);
Program diploma dua (D2) sebutan profesional ahli muda, disingkat (A.Ma.);
Program diploma tiga (D3) sebutan profesional ahli madya, disingkat (A.Md.); dan
Program diploma empat (D4) sebutan profesional ahli, disingkat (A.).
Akhir-akhir ini sebutan profesional untuk program diploma, sebagaimana yang tertera itu, cenderung diikuti oleh ilmu keahlian yang dimiliki. Sebagai misal, sebutan profesional untuk ahli muda kependidikan disingkat A.Ma.Pd., ahli madya keperawatan disingkat A.Md.Per., ahli madya kesehatan disingkat A.Md.Kes., ahli madya kebidanan disingkat A.Md.Bid., dan ahli madya pariwisata disingkat A.Md.Par.
Selanjutnya, banyak orang bertanya-tanya tentang beberapa gelar doktor luar negeri yang tidak mereka pahami maksudnya, juga tidak mereka ketahui cara penulisannya, sehingga banyak diantara mereka hanya dapat memperkirakan maksud, dan demikian pula cara penulisannya. Karena berdasarkan perkiraan belaka, maka banyak diantara mereka salah menebak maksud serta cara penulisannya.
Penulisan gelar doktor, master, dan sarjana muda dari luar negeri, ditulis di belakang nama penyandang gelar. Sebagaimana penulisan gelar-gelar dalam negeri, penulisan gelar dari luar negeri pun sama. Untuk dapat memahami penulisan yang benar, kita perlu menganalisis kata per kata sebagaimana cara menganalisis kata per kata pada penulisan gelar dalam negeri. Sebagai misal, gelar doctor of philosophyyang ditulis benar [Ph.D.]. Huruf “P” ditulis dengan huruf besar, tetapi huruf “H” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf “H” ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata philosophy, sedangkan huruf “D” ditulis dengan huruf besar sebagai singkatan dari kata doctor, dan diakhiri dengan tanda titik.
Perhatikan beberapa gelar doktor luar negeri yang sering kita jumpai di Indonesia, dan contoh penulisannya:
Ph.D. (Doctor of Philosophy);                      =>               Sigit Sugito, Ph.D.
Ed.D. (Doctor of Education);                       =>               Sigit Sugito, Ed.D.
Sc.D. (Doctor of Science);                          =>               Sigit Sugito, Sc.D.
Th.D. (Doctor of Theology);                       =>               Sigit Sugito, Th.D.
Pharm.D. (Doctor of Pharmacy);                  =>               Sigit Sugito, Pharm.D.
D.P.H. (Doctor of Public Health);                 =>               Sigit Sugito, D.P.H.
D.L.S. (Doctor of Library Science);               =>               Sigit Sugito, D.L.S.
D.M.D. (Doctor of Dental Medicince);           =>               Sigit Sugito, D.M.D.
J.S.D. (Doctor of Science of Jurisprudence). =>               Sigit Sugito, J.S.D., dsb.
Tambahan lagi, penulisan gelar ganda yang kedua gelar tersebut berada di belakang nama penyandang gelar, juga perlu memperhatikan teknik penulisan yang benar. Bahwasanya, selama ini kita sering menjumpai bahkan mungkin, menjadi pelaku sendiri penulisan gelar ganda yang tidak memperhatikan tata cara penulisan yang benar.
Tenik penulisan gelar ganda yang kedua-duanya berada di belakang nama penyandang gelar, banyak terkait dengan penggunaan tanda baca koma (,). Penulisan yang benar adalah setelah nama (penyandang gelar), dibubuhkan tanda koma (,) kemudian diikuti gelar yang pertama, ditulis dengan teknik penulisan yang benar, lalu dibubuhkan tanda koma untuk penulisan gelar yang kedua, dan seterusnya (jika ada gelar-gelar yang lain). Perhatikan beberapa contoh penulisan gelar ganda di bawah ini:
Endra Lesmana, S.Ag., S.H.
Endra Lesmana, S.Pd., S.S.
Endra Lesmana, S.Hum., S.Pd.I.
Jika penyandang gelar memiliki gelar lebih dari dua gelar, dan semuanya berada di belakang nama penyandang gelar, teknik penulisannya pun sama. Perhatikan pula beberapa contoh penulisan gelar yang lebih dari dua gelar di belakang nama penyandang gelar.
Imam Prasodjo, S.S., M.Hum., M.Pd.
Imam Prasodjo, S.Pd., S.S., M.Ed.
Imam Prasodjo, S.Ag., M.E.I., Ph.D.
Penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang ditulis dengan huruf balok (kapital), gelar tetap ditulis sesuai dengan penulisan gelar yang benar. Jika gelar tersebut terdapat huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata, sebagai misal, gelar S.Ag., S.Pd., S.Pt., huruf g, d, dan t yang posisinya sebagai huruf peluncur dari rangkaian satu kata, tidak ditulis dengan huruf besar. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini:
Ditulis Benar                          Ditulis Salah                       Juga Ditulis Salah
Hadi Mulya, S.Pd.                   HADI MULYA, S.PD.              HADI MULYA, S.Pd.
Hadi Mulya, S.Ag.                   HADI MULYA, S.AG.              HADI MULYA, S.Ag.
Hadi Mulya, S.Pt.                    HADI MULYA, S.PT.               HADI MULYA, S.Pt.
Di dalam aturan kebahasaan, nama orang tidak dibenarkan ditulis dengan huruf balok (kapital), kecuali untuk kepentingan tertentu. Jika ditulis, huruf balok (kapital) hanya dibenarkan ditulis pada awal kata nama orang. Karena itu, penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang sama-sama ditulis menggunakan huruf balok, tidak hanya salah, tetapi sudah salah kaprah.

(dari berbagai sumber)
Ditulis oleh eMHa On 12:11 AM No comments Baca selengkapnya...

Wednesday, March 1, 2017

Cara Membuka Database Pada Aplikasi Microsoft Access Yang Sudah Jadi

Aplikasi pada Microsoft Access memang seringkali dikunci agar penggunanya terpaku pada tampilan muka yang sudah baku. Ada banyak orang yang mungkin asyik-asyik saja memakainya. Tapi, tahukah bahwa jika kita dikejar oleh tenggat waktu yang semakin mepet, maka cara menggunakan aplikasi semacam itu bakal membuang waktu?


Perlu diketahui, Microsoft Access merupakan saudara kandung dari keluaran Microsoft lainnya, seperti Microsoft Word, Excel, Publisher dan lainnya, sehingga ada kaitan-kaitan yang bisa saling dimanfaatkan satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, untuk memudahkan pengisian aplikasi pengolahan data Pendamping PKH di bawah ini, kita bisa menggunakan keterkaitan dengan aplikasi Microsoft Access dan Microsoft Excel.

Langsung saja, berikut caranya.

1. Buka saja seperti biasa file .mdb yang ada. Pastikan tampilannya sesuai petunjuk bakunya.


2. Klik menu File di pojok sebelah kiri layar komputer kita. Kemudian klik pula Privacy Option yang ada di bawahnya.


3. Setelah itu akan muncul jendela pop-up Access Option. Cari pilihan Current Database, dan centang pilihan Display Navigation Pane. Klik Oke.



4. Maka muncul pula pemberitahuan untuk menutup windows Microsoft Access yang sedang kita buka. Ikuti saja, karena tanpa ditutup, Display Navigation Pane itu tak akan memberi efek.


5. Buka lagi file .mdb yang kita punya. Lihat apa yang terjadi di sisi kiri monitor kita. Ya, ada Navigation Pane. Klik tanda dua panah (>>) yang berada di atas Navigation Pane tersebut. Nah, itulah database yang dipakai dalam aplikasi tersebut.


6. Sebenarnya banyak macamnya. Tapi untuk aplikasi yang sedang saya buka ini, database yang terkait dengan pekerjaan tersebut ada di Tabels >> KKS. Coba lihat ke sebelah kiri.


7. Klik di KKS, dan kita akan diarahkan pada tabel data yang ada pada panel muka pilihan pada aplikasi.


8. Copy data tersebut. CTRL+C saja. Dan pindahkan semuanya ke Microsoft Excel.


9. Setelah di Excel, tinggal filter saja datanya menurut pilihan yang sudah ditentukan, entah data meninggal, PKH aktif, maupun yang sudah mampu. Filter mereka dan jangan biarkan muncul di tampilan Excel tersebut. Ini yang nggak kepilih, ya.

10. Kalau sudah di filter, tinggal cari Pilih. Ini yang paling menentukan dari aplikasi ini. Isikan -1 untuk data yang dipilih. Nah, kalau di aplikasi, -1 ini yang dicentang. Kalau sudah di filter sih berarti data itu sudah kita pilih seluruhnya. Artinya tinggal tarik saja untuk menyalin -1 itu ke bawahnya.



11. Sebelum menyalin lagi ke database di Access, pastikan filter itu dikembalikan ke data semula. Jadi tak ada data yang difilter agar seluruhnya tersalin ke database aplikasi.

12. Saya mencontohkan ini untuk satu kecamatan yang berjumlah 3.659. Jadi saya kasih -1 seluruhnya :D. Ini contoh saja, jangan ditiru.


13. Setelah disalin ke database Access, lihat apa yang terjadi pada bidang ceklisan dan jumlah dibawahnya. Selesai, 'kan? Yuk tinggal simpan dan setorkan ke operator.

Silakan bandingkan, cepat mana antara diceklis, atau databasenya dibongkar dan cuma menyalin -1 ke data pilih seperti diatas.
Sumber : doel.web.id
Ditulis oleh eMHa On 9:28 PM No comments Baca selengkapnya...
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube